Ahli bantah makan daging kambing tingkatkan risiko hipertensi

Sebuah mitos yang sering beredar di masyarakat adalah anggapan bahwa mengkonsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, ahli kesehatan membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada hubungan langsung antara konsumsi daging kambing dengan risiko hipertensi.

Hipertensi sendiri merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal. Namun, faktor risiko utama untuk hipertensi adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi garam berlebihan, kurangnya olahraga, obesitas, dan stres.

Menurut dr. Ali, seorang ahli gizi, daging kambing sebenarnya mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh seperti protein, zat besi, dan vitamin B. Konsumsi daging kambing dalam jumlah yang tepat dan disertai dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif justru dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, dr. Ali juga menekankan pentingnya pola makan seimbang dan variasi dalam menu harian untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengkonsumsi daging kambing secara berlebihan atau tidak seimbang dengan asupan makanan lain dapat meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas atau penyakit jantung.

Jadi, jangan takut untuk menikmati hidangan daging kambing sesekali asalkan dalam jumlah yang tepat dan seimbang dengan menu makanan lainnya. Selalu ingat untuk menjaga pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan rutin memeriksakan tekanan darah agar terhindar dari risiko hipertensi dan penyakit lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kesehatan kita semua.